HOGHAA/PINGITAN
Kalau orang Takimpo ditanya adat itu apa, maka jawabannya sederhana saja. Peraturan hidup sehari-hari. Kalau hidup tanpa aturan namanya "tak beradat". Jadi aturan itulah adat, dan adat itulah yang jadi pakaian sehari-hari. Di sini kita akan menunjukkan bahwa "Adat Takimpo" mempunyai daya lentur yang amat tinggi yang memungkinkan ia hidup berabad-abad lamanya sampai sekarang. Termasuk Pelaksanaan hoghaa bagian dari adat Takimpo Lipuogena. Hoghaa adalah ritual yang dijalani seorang gadis Takimpo Lipuogena ketika mencapai akil baligh (kedewasaan). Secara harfiah, hoghaa bisa bermakna pingitan. Seorang gadis yang menjalani hoghaa/pingitan dilarang keluar rumah selama beberapa hari, kemudian mendapatkan nasihat dari lebe(perempuan tua yang dianggap berilmu agama dan punya kemampuan dibidangnya). Ritual ini dilakukan ketika seorang gadis beranjak dewasa yaitu berumur sekitar belasan tahun.
Tradisi Upacara hoghaa/pingitan yang berkembang di Takimpo Lipuogena sudah berlangsung sejak masuknya Islam di Daerah Buton. Upacara hoghaa/pingitan diadakan sebagai sarana untuk peralihan status seorang gadis dari remaja menjadi dewasa (kalambe)sekali gus pensucian diri. Upacara tersebut dilaksanakan selama delapan hari delapan malam/empat hari empat malam dalam ruangan khusus yang oleh mayarakat setempat disebut dengan suo. Selama dikurung di suo, para peserta hoghaa/pingitan tidak boleh dilihat akan dia jika dilihat laki laki didenda.akano kalabe ( perempuan yang ditinggal suaminya sudah cukup lama ) hukuman yang dijatuhkan peserta hogha/pingitan tersebut sejajar dengan para kalambe sehingga sulit mendapatkan jodoh .
Para peserta hoghaa/pingitan hanya boleh sesama perempuan , kemudian Para lebe perempuan dari bidang agama yang telah terpilih akan membimbing dan memberi petuah berupa pesan moral, spiritual, dan pengetahuan yang baik kepada para peserta hoghaa/pingitan. Dalam suo ini dilakukan berbagai ritual sebagai sarana pendidikan bagi persiapan mental seorang gadis remaja. Agar pelajaran yang didapat diterima dengan baik, Dalam ritual hogharaa/pingitan ini ada 5 tahap prosesi yang harus dijalani
1. Pusangaan kepada Parabela selaku pimpinan adat satu Boka untuk minta izin melaksanakan Pesta Hoghaa/Pingitan
2. Impo (pengukuhan). Pada tahap ini prosesi dilakukan oleh lebe senior perempuan disertai mandi air suci dengan mata air tertentu Setelah mandi air suci selesai dilanjutkan dengan prosesi kain putih dengan bacaan doa sebagai pensucian dirinya
3. Pibughaa (Perawatan Kecantikan)
perawatan kecantikan secara tradisional,mengoleskan bedak dingin ke seluruh tubuh secara merata seperti kunyit,pacirangga,tepung beras dan lain sebagainya. perawatan kecantikan tradisional ini jauh lebih bagus dan tentunya sangat aman untuk digunakan, karena tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.
4. Paciga ( penataan rambut)
Menata rambut agar cantik. Cantik merupakan hak yang telah dianugerahkan Allah (Tuhan Yang Maha Esa) kepada setiap wanita. Tidak ada wanita di dunia ini yang tidak cantik, kecuali mereka yang tidak mensyukuri nikmat yang diberikan kepadanya. Karena itu cantik merupakan anugerah terindah yang hanya dimiliki oleh kaum wanita saja tidak ada yang lain.
5. Dibacakan Kalimat Taubat dan syahadat secara bersama - bersama
Taubat adalah kembali taat kepada Allah s.w.t dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakuka dan Syahadat adalah, persaksian barulah dianggap sebagai sebuah persaksian ketika telah mencakup Ikhlas dan Ittiba’.
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
Sungguh berbahagialah orang yang menyucikan dirinya dan celakalah orang yang malah mencemarinya(QS.al-Syams, ayat 9-10)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar